Kahlil Gibran
Sahabat adalah kebutuhan jiwa
dialah ladang hati, yang dengan kasih kau taburi
dan kau pungur buahnya penuh rasa terima kasih
dia pula lah naungan sejuk keteduhanmu
sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu
karena kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan
dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian.
***
Bila dia bicara, menyatakan fikirannya
kau tiada menakuti bisikan “tidak” di kalbunya sendiri
pun tiada takut kau melahirkan kata “ya”
Dan bilamana ia diam, terbungkam tanpa bicara
hatimu tiada kan henti, mencoba menangkap bahasa hatinya
***
Karena dalam rangkuman persahabatan
segala fikiran, harapan, dan keinginan
dicetuskan bersama dan didukung bersama
dengan sukacita yang utuh, pun tiada disimpan
***
Di saat berpisah dengannya, kau tiada kan berduka cita
sebab apa yang paling kau kasihi darinya
amatlah mungkin lebih cemerlang dari kejauhan
sebagaimana sebuah gunung, nampak lebih agung
dari tanah ngarai dataran
Jangan ada tujuan lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya kejiwaan
sebab kasih yang masih mengandung pamrih
di luar misterinya sendiri
bukanlah kasih, namun jaring yang ditebarkan
hanya akan menangkap yang tiada diharapkan
***
Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan :
Jika dia harus tahu musim surutmu
biarkanlah dia mengenal pula musim pasangmu
sebab, siapakah sahabat itu, hingga kau hanya mendekatinya
untuk bersama sekedar akan membunuh waktu ?
Carilah dia untuk bersama : menghidupkan sang waktu !
Sebab dialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu
bukannya untuk mengisi keisenganmu
***
Dan dalam kemanisan persahabatan
biarkanlah ada tawa ria
berbagi duka dan kesenangan
sebab dari titik-titik kecil embun pagi
hati manusia menghirup fajar hari
dan menemukan gairah segar kehidupan.
***
(edited by : Geofriends79)

Januari 29, 2008 at 8:02 am
Bu Lurah, sementara iki nek kepingin upload tulisan utowo foto, lewat admin (aku) dhisik wae. Mengko nek sempat ketemuan maneh tak ajari carane, atau nek gelem sinau ngeblog ning menu BLOGROLL disamping iki.
Februari 2, 2008 at 9:00 pm
Wah, iki admin-e rada menangan .. he he … Iyo,iyo, aku tak ajar disik. Nek kudu ngenteni iso ketemuan, weleh … suk kapan? Selak kebelet nge-blok je …
Sabar yo, iki isih nunak-nunuk (koyo Bu Lurah Sepuh .. lho, kuwi ibune Susilo ding). Mboko sithik rak suwe-suwe yo iso.
Februari 3, 2008 at 12:51 pm
Bu Lurah wis duwe blog dhewe ? Nganggo domain opo ? (WordPress, Blogspot, dll) ?
Februari 3, 2008 at 9:15 pm
Aku pakai WordPress, tapi masih “under construction”. Moga-moga kontraktornya bisa kerja cepet, biarpun gratisan … he he …
Jon, kalau boleh usul, puisi “Persahabatan” di atas mbok hurufnya diganti yang lebih mudah dibaca, supaya mata kita tidak perlu dipicing-picing (lagi-lagi mata tua …).
Oya Jon, dengan template yang ini, kok foto pengirim komentar nggak muncul yo?
Februari 3, 2008 at 11:05 pm
Ok, jenis font tak gantine. Nek foto ora muncul ning komentar aku isih durung weruh sebabe…